Rabu, 17-10-2018,  

Home   Agenda  Download  Foto  Video  Peta Situs  Situs Terkait  Saran  Kontak


Dengan Semangat Kebersamaan, Kita Bangun Banua Sanggam Menjadi Lebih Maju dan Mandiri
 
0 1


Foto Kegiatan


Bank Data


Agenda Kegiatan


Top Download

Berita dan Kegiatan


SOP Aplikasi Data Base untuk Penguatan Implementasi e-Government

Paringin - Kabupaten Balangan terus berupaya untuk mengimplementasikan e-Goverment secara bertahap, dalam penyelenggaraan pemerintahannya. Dengan  pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komuniksai (TIK), dipercaya dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pemerintah, penyelenggaraan pembangunan, dan pembinaan serta pelayanan kepada masyarakat.

Kepala Dinas Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Balangan, Drs. H. Gunawan mengungkapkan, untuk mencapai ini semua, Kabupaten Balangan telah melaksanakan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemerintah Kota Bandung pada tangggal 27 November yang lalu tentang pengembangan smart city. 

“Menyambut ini semua, maka Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Balangan, menanggapinya dengan sangat antusias. Selanjutnya, kamipun melakukan pembenahan, yang diawali dengan menetapkan Standart Operating Procedure (SOP) tentang Pembuatan Aplikasi Database,” ujarnya, saat membuka secara resmi Rapat Ekpose SOP Pembuatan Aplikasi Database, di Aula Dinas Komunikasi dan Informatika, yang dihadiri oleh perwakilan SKPD se-Kabupaten Balangan beberapa waktu yang lalu.

Ditambahkannya, salah satu ciri khas dalam E-Government ini adalah dengan digunakannya aplikasi dalam pelaksanaan administrasi pemerintahan, baik dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya secara internal, maupun dalam melayani masyarakat.

Dikatakannya, saat ini di Kabupaten Balangan penggunaan aplikasi sudah banyak digunakan, namun baru dalam taraf mengotomatiskan prosedur manual, yang selama ini berlaku berdasarkan rutinitas keseharian. Belum merefleksikan perubahan mendasar dan besar-besaran dalam praktik manajemen, sebagaimana biasa diterapkan oleh dunia usaha. Selebihnya, aplikasi tersebut belum lagi bridging, masih jalan sendiri-sendiri, dan dikembangkan oleh banyak pihak ketiga.

Untuk mencapai tujuan Balangan dalam penerapan E-Gov, Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Balangan, sejalan dengan tugas pokok dan fungsinya, bertanggung jawab melaksanakan standarisasi terhadap pembuatan aplikasi database, diantaranya dengan penyiapan dokumen standarisasi, serta sebagai petugas pembuatan SOP.

“SOP ini akan dikuatkan nantinya dengan Peraturan Daerah yang masih diproses oleh Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Balangan,” jelasnya.

Gunawan mengatakan, kedepannya dalam hal penggunaan aplikasi database, SKPD wajib mengajukan usulan pembuatan aplikasi yang diajukan kepada Diskominfo, untuk ditelaah apakah usulan tersebut memang diperlukan atau tidak.

Apabila aplikasi tersebut memang dirasa perlu dalam menunjang tugas pokok dan fungsinya secara internal maupun dalam melayani masyarakat, maka jika diperlukan, Pranata Komputer akan melakukan perumusan struktur data dan alur program dan melakukan perancangan interface aplikasi yang akan dibuat.

Selanjutnya, sistem yang yang telah dirancang, sistemnya akan dipresentasikan kepada pengguna, dan di review apakah sudah sesuai dengan kebutuhan pengguna.

“Nantinya akan diterbitkan pula buku manual dan laporan atas sistem yang telah dikembangkan.” Pungkasnya.

Diakhir penyampaian, ia juga mengharapkan agar seluruh peserta dapat berkomitmen untuk mematuhi SOP ini, karena apabila tidak dilaksanakan akan menghambat pembuatan aplikasi database.

Dari pantauan Tim MC, saat ini di Kabupaten Balangan memang banyak SKPD yang telah menggunakan aplikasi, dalam membantu proses pelaksanaan pelayanan kepada masyarakat. Misalnya Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan, yang sudah hampir 5 tahun menggunakan aplikasi Sistem Informasi dan Manajemen Puskesmas (Simpus), yang digunakan oleh semua Puskesmas yang ada di Kabupaten Balangan. 

Namun karena keterbatasan jaringan internet, aplikasi ini masih digunakan secara single user, sehingga sulit untuk dikomunikasikan dan diakses oleh Dinas Kesehatan sendiri, apalagi oleh masyarakat. Ditambah lagi, aplikasi ini dikembangkan oleh pihak ketiga, dimana untuk biaya maintenance sendiri dirasakan masih terlalu mahal.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan, Mariana yang ditemui oleh di ruang kerjanya, membenarkan bahwa selama ini telah lama menggunakan aplikasi Simpus, dan terkendala dengan pengembangannya, karena benturan biaya ataupun sarana internet yang belum bisa mencapai semua fasilitas kesehatan di Kabupaten Balangan.

Ditambahkannya, Dinas Kesehatan juga telah melakukan penjajakan untuk menggunakan aplikasi yang dikembangkan oleh Kementerian Kesehatan dalam pelaksanaan manajemen puskesmas, yaitu Sikda Generik yang dibagikan secara gratis termasuk maintenancenya.

“Namun karena kendala ketiadaan akses internet, aplikasi tersebut masih belum bisa dipakai. Ditambah lagi dengan kenyataan bahwa untuk memindahkan data dari aplikasi yang lama ke aplikasi yang baru, masih belum ada tenaga di Dinkes yang mampu melaksanakannya,” ungkapnya.

Untuk itu, diharapkannya Dinas Komunikasi dan Informatika dapat membantu untuk menangani permasalahan tersebut. (Rie / tim kominfo)


  Hits (251)    Waktu :14-12-2017 (03:59:17)   Komentar (0)

Komentar
Alamat Email
Komentar

Tidak ada komentar
Hal