Rabu, 17-10-2018,  

Home   Agenda  Download  Foto  Video  Peta Situs  Situs Terkait  Saran  Kontak


Dengan Semangat Kebersamaan, Kita Bangun Banua Sanggam Menjadi Lebih Maju dan Mandiri
 
0 1


Foto Kegiatan


Bank Data


Agenda Kegiatan


Top Download

Berita dan Kegiatan


Meneliti agar Padi Berbuah Dua Kali, Siswa SMK PP Paringin Juara LKS

PARINGIN - Dua orang siswa SMKPP Negeri Paringin, atas nama M Ali Akbar, berhasil meraih Juara I Agronomi dan M. Syamsir juara II bidang fishery di ajang LKS (lomba kompetensi siswa) tingkat Provinsi Kalimantan Selatan beberapa waktu lalu, mewakili Kalsel dalam Lomba Kompetensi Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (LKS SMK) tingkat nasional tahun 2017 di Provinsi NTB.

LKS merupakan kompetisi tahunan antar siswa pada jenjang SMK, sesuai bidang keahlian dan setara dengan OSN (Olimpiade Sains Nasional) yang diadakan di SMP/SMA. Pemenang LKS tingkat Nasional akan mewakili Indonesia ke ASEAN Skills (Kompetisi Keahlian tingkat ASEAN) dan World Skills International Competition (Kompetisi Keahlian tingkat Dunia).

Kepala SMKPP Negeri Paringin, Syahrudin mengungkapkan, LKS merupakan salah satu bagian dari rangkaian seleksi untuk mendapatkan siswa-siswi terbaik dari seluruh Indonesia, yang akan dibimbing lebih lanjut oleh tim bidang kompetisi masing-masing, dan akan diikutsertakan pada kompetisi keahlian tingkat internasional. 

Untuk salah satu siswanya, M Ali Akbar, Syahrudin mengatakan, berhasil jadi juara pada ajang LKS tingkat Provinsi Kalsel lewat penelitianya, dengan judul "Pengaruh tinggi pemotongan rumpun padi (oryza sativa) terhadap produksi pada fase kedua di SMKPPN Paringin".

Penelitian ini, lanjut dia, meneliti bagaimana pengaruh tinggi pemotongan rumpun padi varietas Inpari 17 pada produksi padi fase kedua. Dengan metode penelitian ini, para petani bisa mengelola tanaman padinya bisa berbuah dua kali, meskipun sudah dilakukan panen pertama. 

“Hampir semua petani padi kita, sesudah melakukan panen tanaman padinya dibiarkan tanpa ada pengelolaan. Padahal jika dikelola dengan baik, padi masih bisa berproduksi lagi setelah panen pertama,’’ ujar Syahrudin.

Lewat penelitian ini, menurutnya, para petani bisa memanfaatkan rumpun padi setelah panen yang biasa diistilahkan dengan “Turiang”, dimana selama ini sangat jarang dilakukan petani, asalkan dengan metode pemotongan tinggi rumpun padi sesuai penelitian ini. 

Terlepas dari itu, Syahrudin berharap, dengan prestasi ini bisa memacu para siswanya untuk terus berkarya dengan inovasi-inovasi baru, yang bisa dimanfaatkan bagi masyarakat luas.

“Semoga lewat ajang LKS ini, para siswa mampu berinovasi dan lebih kreatif yang pada gilirannya bisa bermanfaat bagi masyarakat luas," pungkasnya. (Gie / tim kominfo)


  Hits (224)    Waktu :10-12-2017 (13:26:52)   Komentar (0)

Komentar
Alamat Email
Komentar

Tidak ada komentar
Hal