Rabu, 17-10-2018,  

Home   Agenda  Download  Foto  Video  Peta Situs  Situs Terkait  Saran  Kontak


Dengan Semangat Kebersamaan, Kita Bangun Banua Sanggam Menjadi Lebih Maju dan Mandiri
 
0 1


Foto Kegiatan


Bank Data


Agenda Kegiatan


Top Download

Berita dan Kegiatan


Marajai Dicanangkan Jadi Kampung KB

PARINGIN – Desa Marajai Kecamatan Halong resmi dicanangkan menjadi  kampung Keluarga Berencana (KB) pada beberapa wakttu lalu. Peresmian desa yang mempunyai jumlah penduduk sebanyak 197 KK, dengan jumlah penduduk 578 jiwa ini sebagai kampung KB, langsung dilakukan oleh Ketua TP PKK Kabupaten Balangan, Hj. Nursidah Ansharuddin.

Desa Marajai sendiri, merupakan salah satu dari tujuh desa di Bumi Sanggam yang dicanangkkan menjadi Kampung KB. Tujuh desa yang dicanangkan tersebut, yakni Desa Batu Merah Kecamatan Lampihong, Desa Lamida Bawah Kecamatan Paringin, Desa Lingsir Kecamatan Paringin Selatan, Desa Piyait Kecamatan Awayan, Desa Gunung Batu Kecamatan Tebing Tinggi dan Desa Pamurus Kecamatan Juai.

Ketua TP PKK Kabupaten Balangan, Hj. Nursidah Ansharuddin menyampaikan, pembentukkan Kampung KB ini sejalan dengan salah satu program Pemkab Balangan, yakni peningkatan layanan kesehatan masyarakat (pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat). 

Layanan kesehatan dengan program KB ini berkaitan erat, kata Hj. Nursidah, sebab, keberhasilan program KB akan sangat membantu meningkatkan kualitas hidup manusia, dan kesejahteraan keluarga pra-sejahtera menuju lebih baik lagi dan ini merupakan tujuan akhir dari layanan kesehatan.

“Kampung KB membangun masyarakat yang sejahtera dari tingkat keluarga. Kita harus memperkuat dan merevitalisasi program KB dan keluarga sejahtera. Untuk itu, kita jangan hanya berhenti pada pencanangan, tapi harus ada aksi dan gerakan. Kampung KB bukan milik Dinas Dalduk KB, namun milik masyarakat, maka kita bersama-sama  ikut berpartisipasi,’’ bebernya. 

Selain itu, Hj. Nursidah menghimbau agar masyarakat desa Marajai jangan menikahkan dini anak-anaknya. Sesuai anjuran pemerintah, pernikahan untuk anak perempuan minimal usia 21 tahun dan laki-laki usia 25 tahun.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dalduk KB) Kabupaten Balangan, Ir. Ansyarullah, M.AP menyebutkan bahwa tujuan dicanangkannya Kampung KB adalah untuk meningkatkan peran pemerintah dan masyarakat, dalam upaya pengendalian jumlah penduduk melalui program KB. 

Apalagi, kata dia, berdasarkan data tahun 2016, dari total akseptor KB baru sebanyak 20.797 pasangan dari jumlah 28.006 pasangan dalam usia subur, dengan kata lain akseptor KB baru mencapai 74%.

Dari jumla tersebut, kata Ansharullah, memang metode suntik dan pil menjadi pilihan utama warga Balangan dalam ikut program KB, dibanding dengan metode lainnya. Selain itu, dia menduga, karena prosesnya yang cepat dan berbiaya murah juga menjadi faktor, peserta akseptor peserta KB memilih metode suntik dan pil sebagai pilhan utama. 

“Selain faktor kebiasaan, faktor sosial dan pendidikan juga mempengaruhi pemilihan metode dalam ber KB ini. Kita mengakui, memang berat untuk mengajak masyarakat dari pengunaan alat kontresepsi jangka pendek ke alat kontrasepsi jangka panjang,” ujar Ansharullah.

Untuk tahun 2017, lanjut dia, pihaknya dibebani target sebanyak 795 aseptor baru dalam program KB. Target ini terbagi dari metode IUD 10, metode operasi wanita (MOW) 8, metode operasi pria (MOP) 1, kondom 14, implant 32, suntik 38 dan pil sebanyak 438.

Dari target tersebut, dikatakannya, metode IUD, MOW, Implan dan Suntik sudah melebihi target, yakni 23, 14, 62 dan 432. Sedangkan MOP masih kosong, Kondom 5 dan Pil 321. 

“Dengan dicanangkannya Kampung KB ini, diharapkan masyarakat dapat beralih ke metode Kontrasepsi jangka panjang yakni implan,” pungkasnya. (Gie / tim kominfo)

 


  Hits (226)    Waktu :10-12-2017 (13:23:29)   Komentar (0)

Komentar
Alamat Email
Komentar

Tidak ada komentar
Hal